Namunkebanyakan obat-obatan ini terbuat dari bahan kimia yang belum tentu cocok bagi tubuh setiap orang. Bagi orang mengerti dan memiliki perhatian dengan kondisi kesehatan tubuh jangka panjang, maka obat yang dicari biasanya tidak sekadar mampu mengatasi rasa sakit dalam perut, namun juga memberikan rasa aman bagi kondisi kesehatan tubuh jangka panjang serta membuat tubuh kembali nyaman Gangguanrasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan. b. Kurangnya aktivitas/mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri. c. Gangguan rasa aman cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan . 4. Intervensi . No. DX. keperawatan. Intervensi . Rasional . 1. BinjaiKota,- Memelihara situasi keamanan dan ketertiban serta memberikan rasa aman dan nyaman di masyarakat merupakan salah satu tugas pokok Kepolisian,Salah. mencegah terjadinya gangguan, sehingga masyarakat dapat beraktifitas dan beristirahat dengan tenang karena merasa aman dan nyaman terlindungi oleh Polri. Selasa, (12/07/2022) PengertianGangguan Rasa Nyaman in Motorcycles on Kuwait - ArabsClassifieds. Toggle navigation Kuwait - ArabsClassifieds BERIKANRASA AMAN DAN NYAMAN, POLRI LAKUKAN PENGAMANAN KEGIATAN VAKSINASI - Bandung (05/10) Personel Polsek Pacet Polresta Bandung Polda Jabar melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring pelaksanaan vaksinasi massal covid-19 di Desa Cikitu Kecamatan Pacet Kab.Bandung, Selasa (05/10/2021). Dengandemikian, rasa aman dan nyaman pun terjamin meski harus bepergian hingga puncak malam tiba. Misalnya, aku nggak takut lagi mengalami pelecehan seksual atau kecopetan. Peremajaan ini dilakukan untuk mengatasi gangguan operasional KRL dan mengotimalkan stand formasil 12 rangkaian yang akan berkembang dari 31 menjadi 36 unit rangkaian Saatini, ganguan rasa aman nyaman atau yang biasa disebut nyeri merupakan gangguan akibat insiden yang angka kejadiannya (prevalensinya) terus di temukan di rumah sakit. Risiko kematian akibat nyeri berkisar antara 510% pertahun pada kasus nyeri ringan, yang akan meningkat menjadi 30-40% pada nyeri berat. Asuhankeperawatan gangguan_rasa_nyaman 1. Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri 3032012 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman "nyeri" adalah bagian dari kebutuhan fisiologis menurut Hierzuki Maslow. Kebutuhan rasa nyman "nyeri" diperlukan untuk proses kehidupan. LOMBOKTENGAH - NTB. Kopang, Mewujudkan rasa aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah shalat tarawih bagi umat muslim di kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, Polsek Kopang melaksanakan Pengamanan dan pengaturan arus lalulintas bagi pengguna jalan baik R2, R4 dan R6 di Masjid Darussalam Desa Kopang Rembiga Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu 23/04/2022 sekitar pukul 19 6 Gejala Dan Tanda Gangguan Rasa Nyaman Gejala dan tanda gangguan rasa nyaman (mual) dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut (PPNI, 2016): a. Gejala dan tanda mayor: Data subjektif: 1) Mengeluh tidak nyaman 2) Mengeluh mual 3) Mengeluh ingin muntah 4) Tidak berminat makan Data objektif: (tidak tersedia) b. Gejala dan tanda minor 27CGB. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Musim haji telah tiba, dan beberapa Jamaah sudah mulai diberangkatkan secara bergilir. Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia sudah sepakat bahwa kuota haji pada 2023 ini adalah sejumlah orang jamaah. Kuota ini terdiri atas jamaah haji reguler, dan jamaah haji khusus. Penerbangan panjang menuju Makkah dan Madinah bisa menjadi pengalaman yang menantang, karena waktunya cukup panjang. Penerbangan dari Jakarta ke Jeddah umumnya berkisar antara 9-10 jam, tergantung pada rute dan kondisi cuaca, tetapi dengan mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti beberapa tips penting, jamaah dapat menjalani penerbangan dengan nyaman dan Tempat Duduk yang Nyaman Meskipun jamaah haji tidak dapat memilih tempat duduknya sendiri karena ditentukan oleh panitia, ada beberapa tips yang dapat membantu agar duduk menjadi lebih nyaman di posisi manapun. Pertama, bawalah bantal leher atau bantal kecil untuk menopang kepala dan leher agar tidak terlalu tegang. Kedua, perhatikan postur tubuh dengan menjaga punggung tegak dan menggunakan bantal tambahan jika Pakaian Longgar dan NyamanPastikan Anda menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman selama perjalanan. Nah, karena biasanya Jamaah mendapatkan bahan seragam, oleh karena itu usahakan membuat model baju yang longgar dan nyaman. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat, karena hal ini dapat mengganggu sirkulasi darah dan membuat Anda tidak nyaman. Pilihlah pakaian dengan bahan yang adem agar sirkulasi udara tetap Makanan Berat sebelum Penerbangan Sebaiknya hindari makan makanan berat sebelum penerbangan. Gantilah dengan makanan ringan seperti buah-buahan dan perbanyak minum air putih. Terlalu banyak makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan rasa mual dan muntah selama Waktu Tidur dengan BijakManfaatkan waktu tidur dengan baik selama penerbangan. Jangan terlalu lama, dan jangan kurang tidur. Supaya bisa tidur nyaman, usahakan untuk menggunakan earplugs untuk mengurangi kebisingan di sekitar. Kurangi pencahayaan dengan mematikan lampu baca. Lakukan rileksasi atau perenggangan sebelum tidur sehingga tubuh tidak kaku ketika kirim pelembab dan kurangi make up 1 2 3 Lihat Travel Story Selengkapnya vvvvvvCourseAcademic year 2022/2023CommentsRelated documentsSAP Senam ASAM URAT Cecilia Yanasari SinagaWOC StrokeIdentifikasi Reseptor KulitWOC LUKA Bakar - WOCLp dan Askep 1 Nabila Farah ArdianiBAB III KDK - bab iii kdkPreview textLAPORAN PENDAHULUANGANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMANNYERIDisusun guna memenuhi tugas praktik klinik Keperawatan Dasar Dosen Pembimbing Disusun oleh Andini Hilda Almandita P 2BKEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES SEMARANGD III KEPERAWATAN PURWOKERTO2022LAPORAN PENDAHULUANGANGGUAN KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN NYERIA. TEORI Definisi Keamanan dan Kenyamanan Kebutuhan akan keamanan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya fisik. Ancaman terhadap keselamatan seseorang dapat dikategorikan sebagai ancaman mekanis, kimiawi, retmal dan bakteriologis. Kebutuhan akan keaman terkait dengan konteks fisiologis dan hubungan interpersonal. Keamanan fisiologis berkaitan dengan sesuatu yang mengancam tubuh dan kehidupan seseorang. Ancaman itu bisa nyata atau hanya imajinasi mis, penyakit, nyeri, cemas, dan sebaginya. Dalam konteks hubungan interpersonal bergantung pada banyak faktor, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengontrol masalah, kemampuan memahami, tingkah laku yang konsisten dengan orang lain, serta kemampuan memahami orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Ketidaktahuan akan sesuatu kadang membuat perasaan cemas dan tidak aman. Asmadi, 2008 Kenyamanan merupakan suatu keadaan seseorang merasa sejahtera atau nyaman baik secara mental, fisik maupun sosial Keliat, Windarwati, Pawirowiyono, & Subu, 2015. Kenyamanan adalah konsep sentral tentang kiat keprawatan. Donahue 2011 meringkaskan “melalui rasa nyaman dan tindakan untuk mengupayakan kenyamanan, perawat memberikan kekuatan, harapan, hiburan, dukungan, dorongan dan Berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Kolcaba 2008 mendefinisikan kenyamanan dengan cara yang konsisten pada pengalaman subjektif klien. Kolcaba mendefinisikan kenyamanan sebagai suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar yang berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan Adzkar, 2020 3. Mekanisme Nyeri Nyeri merupakan suatu bentuk peringatan akan adanya bahaya kerusakan jaringan. Pengalaman sensoris pada nyeri akut disebabkan oleh stimulus noksius yang diperantarai oleh sistem sensorik nosiseptif ini berjalan mulai dari perifer melalui medulla spinalis, batang otak, talamus dan korteks serebri. Apabila telah terjadi kerusakan jaringan, maka sistem nosiseptif akan bergeser fungsinya dari fungsi protektif menjadi fungsi yang membantu perbaikan jaringan yang rusak. Nyeri inflamasi merupakan salah satu bentuk untuk mempercepat perbaikan kerusakan jaringan. Sensitifitas akan meningkat, sehingga stimulus non noksius atau noksius ringan yang mengenai bagian yang meradang akan menyebabkan nyeri. Nyeri inflamasi akan menurunkan derajat kerusakan dan menghilangkan respon inflamasi. nyeri secara umum 4. Tipe-Tipe Nyeri a. Nyeri Akut dan Kronik ï‚ Nyeri akut dihubungkan dengan kerusakan jaringan dan durasi yang terbatas setelah nosiseptor kembali ke ambang batas resting stimulus istirahat. Nyeri akut ini dialami segera setelah pembedahan sampai tujuh hari. ï‚ Nyeri kronik bisa dikategorikan sebagai malignan atau nonmalignan yang dialami pasien selama 1-6 bulan. b. Nosiseptif dan Nyeri Neuropatik ï‚ Nyeri nosiseptif adalah nyeri inflamasi yang dihasilkan oleh rangsangan kimia, mekanik dan suhu yang menyebabkan aktifasi maupun sensitisasi pada nosiseptor perifer saraf yang bertanggung jawab terhadap rangsang nyeri. ï‚ Nyeri neuropatik merupakan nyeri yang ditimbulkan akibat kerusakan neural pada saraf perifer maupun pada sistem saraf pusat yang meliputi jalur saraf aferen sentral danperifer, biasanya digambarkan dengan rasa terbakar dan menusuk. c. Nyeri viseral Nyeri viseral biasanya menjalar dan mengarah ke daerah permukaan tubuh jauh dari tempat nyeri namun berasal dari dermatom yang sama dengan asal nyeri. Sering kali, nyeri viseral terjadi seperti kontraksi ritmis otot polos. Nyeri visceral seperti keram sering bersamaan dengan gastroenteritis, penyakit kantung empedu, obstruksi ureteral, menstruasi, dan distensi uterus pada tahap pertama persalinan. d. Nyeri somatik Nyeri somatik digambarkan dengan nyeri yang tajam, menusuk, mudah dilokalisasi dan rasa terbakar yang biasanya berasal dari kulit, jaringan subkutan, membran mukosa, otot skeletal, tendon, tulang dan peritoneum. nyeri secara umum 5. Tanda dan Gejala Nyeri a. Posisi yang memperlihatkan pasien Pasien tampak takut bergerak, dan berusaha merusak posisi yang memberikan rasa nyaman b. Ekspresi umum Tampak meringis, merintih Cemas, wajah pucat Ketakutan bila nyeri timbul mendadak Keluar keringat dingin Kedua rahang dikatupkan erat-erat dan kedua tangan tampak dalam posisi menggenggam Pasien tampak mengeliat karena kesakitan c. Pasien dengan nyeri perlu diperhatikan saat pengkajian adalah Lokasi nyeri Waktu timbulnya nyeri Reaksi fisik/psikologis pasien terhadap nyeri c Pemeriksaan laboratorium sebagai data penunjang pemeriksaan lainya Asmadi, 2010 9. Penatalaksanaan Nyeri a. Farmakologi, dengan pemberian obat - obatan. b. Non farmakolongi Imaging guide. Music theraphy. Fisik dan psikis. Akupresus/akupuntur. Distrksi/relaksasi. Hipnotis Stimulus kutaneus massage, rendam air hangat. Nursing Interventions Classification, 2013 B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN BAGI PASIEN DENGANKEBUTUHAN AMAN DAN NYAMAN Pengkajian a. Catatan masuk klien b. Identitas klien Identitas klien meliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, agama, suku/bangsa, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, diagnosa medis, nomer rekam medis, alamat. c. Identitas penaggung jawab klien Identitas penanggung jawab meliputi nama, umur, alamat, dan hubungan dengan klien. d. Riwayat kesehatan 1. Keluhan utama 2. Riwayat keperawatan sekarang 3. Riwayat keperawatan dahulu 4. Riwayat keperawatan keluarga 5. Pemeriksaan fisik - Keadaan umum - Pemeriksaan kesadaran - Tanda-tanda vital - Pemeriksaan kepala - Pemeriksaan mata Meliputi pelebaran pupil, akan dapat ditemukan gambaran kekeruhan lensa berbentuk berkas putih. Pasien akan mengeluh adanya pandangan berkabut, penglihatan pasien mengalami penurunan. - Pemeriksaan leher - Pemeriksaan dada - Pemeriksaan abdomen - Pemeriksaan ekstrimitas e. Pola fungsional gordon Pola persepsi kesehatan Faktor Presipitasi Terkadang, aktivitas tertentu dapat memicu munculnya nyeri. Sebagai contoh aktivitas fisik berat dapat menimbulkan nyeri dada. Selain itu faktor lingkungan lingkungan yang sangat dingin atau panas, stresor fisik dan emosional Gejala yang Menyertai Gejala ini meliputi mual, muntah, pusing dan diare. Sumber Koping Setiap individu memiliki strategi koping yang berbeda dalam mengahadapi nyeri. Strategi tersebut dapat dipengaruhi oleh pengalaman nyeri sebelumnya. Respon Afektif Respons afektif klien terhadap nyeri bervariasi, bergantung pada situasi, derajat dan durasi nyeri, interpretasi tentang nyeri dan lainya. Mengkaji adanya perasaan ansietas, takut, lelah, depresi, atau perasaan gagal dalm diri klien. Iqbal, Wahib Mubarak dan Nurul Chayatin 2008 hal 214 g. Observasi respons perilaku dan fisiologis Gerakan tubuh gelisah, imobilisasi, ketegangan otot, peningkatan gerakan jari dan tangan, gerakan ritmik atau menggosok, gerakan melindungi bagian tubuh. Interaksi sosial menghindari percakapan, fokus pada aktivitas untuk menghilangkan nyeri, menghindari kontak sosial, penurunan rentang perhatian Potter, perry2009 hal 1522 h. Pemeriksaan diagnostik i. Analisis dan sintesis data Analisa data nyeri Analisa data pada nyeri yaitu Lemah, letih, lesu Gelisah Mual Muntah Meringis Perubahan tekanan darah Melindungi area nyeri Rumusan diagnosa keperawatan Nyeri b luka post operasi Intervensi Keperawatan NoDiagnosa Keperawa tanTujuan Intervensi Rasional1 akut b luka post operasiSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam diharapkan kondisi pasien membaik dengan kriteria hasil Kontrol Nyeri 1605 1. Mengenali kapan nyeri terjadi 160502 2. Menggam barkan faktor penyebab 160501Manajemen Nyeri 1400 Lakukanlah pengkajian nyeri komprehenfis yang meliputi lokasi, karakteristik onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas atau beratnya nyeridan factor pencetus. Obvervasi adanya petunjuk Untuk mengetahui skala nyeri Untuk mengetahui tanda nonverbal mengenail ketidaknyama nan terutama jika klien kesulitan berkomunikas i dengan efektif. Untuk memeastikan perawatan analgesik pengalaman nyeri terhadap kualitas hidup pasien misalnya, tidur, nafsu makan, pengertian, perasaan, hubungan, performa kerja dan tanggung jawab peran 6. Gali bersama pasien faktor- faktor yang dapat menurunkan atau memperberat nyeri 7. Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa nyeri akan dirasakan, dan antisipasidari ketidaknyama nan akibat prosedur Implementasi Keperawatan Tindakan keperawatan yang dilakukan a. Melakukan pengkajian dengan mengobservasi tanda-tanda vital dan keadaan. b. Menerapkan tekhnik relaksasi. c. Memberikan penanganan non farmakologis. Evaluasi a. S Subjective Data berdasarkan keluhan yang disampaikan pasien setelah dilakukan Tindakan. b. Objective data berdasarkan hasil pengukuran / observasi langsung pasien setelah dilakukan tindakan. c. A Analysis Masalah keperawatan yang terjadi akibat perubahan status klien dalam data subjektif dan objektif. d. P Plan Perencanaan keperawatan yang akan dilanjutkan, dihentikan, atau dimodofikasi. LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN RASA AMAN DAN NYAMAN A. Konsep Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman 1. Definisi/deskripsi kebutuhan aman dan nyaman Potter & Perry, 2006 mengungkapkan kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman suatu kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari. Ketidaknyamanan adalah keadaan ketika individu mengalami sensasi yang tidak menyenangkan dalam berespon terhadap suatu ransangan. Aman adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis. Pemenuhan kebutuhan keamanan dilakukan untuk menjaga tubuh bebas dari kecelakaan baik pasien, perawat atau petugas lainnya yang bekerja untuk pemenuhan kebutuhan tersebut Asmadi, 2008. Perubahan kenyamanan adalah keadaan dimana individu mengalami sensasi yang tidak menyenangkan dan berespon terhadap suatu rangsangan yang berbahaya Carpenito, 2006 2. Fisiologi sistem/fungsi normal sistem rasa aman dan nyaman Pada saat impuls ketidaknyamanan naik ke medula spinalis menuju kebatang otak dan thalamus, sistem saraf otonom menjadi terstimulasi sebagai bagian dari respon stress. Stimulasi pada cabang simpatis pada sistem saraf otonom menghasilkan respon fisiologis. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan dan kenyamanan a. Emosi Kecemasan, depresi dan marah akan mudah terjadi dan mempengaruhi keamanan dan kenyamanan 1 b. Status mobilisasi Keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya resiko injury c. Gangguan persepsi sensory Mempengaruhi adaptasi terhadap rangsangan yangberbahaya seperti gangguan penciuman dan penglihatan d. Keadaan imunitas Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang sehingga mudah terserang penyakit e. Tingkat kesadarn Pada pasien koma, respon akan menurun terhadap rangsangan f. Gangguan tingkat pengetahuan Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan dapat diprediksi sebelumnya 4. Macam-macam gangguan yang mungkin terjadi pada rasa aman dan nyaman a. Jatuh Jatuh merupakan 90% jenis kecelakaan dilaporkan dari seluruh kecelakaan yang terjadi di rumah sakit. Resiko jatuh lebih besar dialami pasien lansia b. Oksigen Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen akan mempengaruhi keamanan pasien c. Pencahayaan Rumah sakit merupakan sarana pelayanan publik yang penting. Tata pencahayaan dalam ruang rawat inap dapat mempengaruhi kenyamanan pasien rawat inap 2 5. Manifestasi Klinis a. Vakolasi 1. Mengaduh 2. Menangis 3. Sesak nafas 4. Mendengkur b. Ekspresi Wajah 1. Meringis 2. Mengeletuk gigi 3. Mengernyit dahi 4. Menutup mata, mulut dengan rapat 5. Menggigit bibir c. Gerakan Tubuh 1. Gelisah 2. Imobilisasi 3. Ketegangan otot 4. Peningkatan gerakan jari dan tangan 5. Gerakan ritmik atau gerakan menggosok 6. Gerakan melindungi bagian tubuh d. Interaksi Sosial 1. Menghindari percakapan 2. Focus hanya pada aktivitas untuk menghilangkan nyeri 3. Menghindar kontak social 4. Penurunan rentang perhatian 6. Komplikasi a. Hipovolemik b. Hipertermi c. Masalah Mobilisasi d. Hipertensi e. Edema Pulmonal f. Kejang 3 7. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan diagnostik sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui apakah ada perubahan bentuk atau fungsi dari bagian tubuh pasien yang dapat menyebabkan timbulnya rasa aman dan nyaman seperti a. Melakukan pemeriksaan laboratorium dan radiologi b. Menggunakan skala nyeri 1 Ringan = Skala nyeri 1-3 Secara objektif pasien masih dapat berkomunikasi dengan baik 2 Sedang = Skala nyeri 4-6 Secara objektif pasien dapat menunjukkan lokasi nyeri, masih merespon dan dapat mengikuti instruksi yang diberikan 3 Berat = Skala nyeri 7-9 Secara objektif pasien masih bisa merespon, namun terkadang klien tidak mengikuti instruksi yang diberikan. 4 Nyeri sangat berat = Skala 10 Secara objektif pasien tidak mampu berkomunikasi dan klien merespon dengan cara memukul. 8. Pemeriksaan fisik a. Inspeksi ditemukan kulit tampak pucat, menggigil, gelisah, dan lemah b. Palpasi pada permukaan ini ditemukan kulit teraba dingin, nadi lambat. c. Auskultasi tekanan darah menurun. 9. Penatalaksanaan a. Relaksasi Relaksasi merupakan kebebasan mental dan fisik dari ketegangan dan stress. Teknik relaksasi memberikan individu kontrol diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri stress fisik dan emosi pada nyeri. Dalam imajinasi terbimbing klien menciptakan kesan dalam pikiran, berkonsentrasi pada kesan tersebut sehingga secara bertahap klien dapat mengurangi rasa nyerinya. 4 b. Teknik imajinasi Biofeedback merupakan terapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan individu informasi tentang respon fisiologis misalnya tekanan diri dapat membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif dan dapat mengurangi ditraksi. Mengurangi persepsi nyeri adalah suatu cara sederhana untuk meningkatkan rasa nyaman dengan membuang atau mencegah stimulus nyeri. c. Teknik Distraksi Teknik distraksi adalah pengalihan dari focus perhatian terhadap nyeri ke stimulus yang lain. Ada beberapa jenis distraksi yaitu ditraksi visual melihat pertandingan, menonton televise,dll, distraksi pendengaran mendengarkan music, suara gemericik air, distraksi pernafasan bernafas ritmik, distraksi intelektual bermain kartu. d. Terapi dengan pemberian analgesic Pemberian obat analgesic sangat membantu dalam manajemen nyeri seperti pemberian obat analgesik non opioid aspirin, ibuprofen yang bekerja pada saraf perifer di daerah luka dan menurunkan tingkatan inflamasi, dan analgesic opioid morfin, kodein yang dapat meningkatkan mood dan perasaan pasien menjadi lebih nyaman walaupun terdapat nyeri. e. Immobilisasi Biasanya korban tidur di splint yang biasanya diterapkan pada saat kontraktur atau terjadi ketidakseimbangan otot dan mencegah terjadinya penyakit baru seperti decubitus 5 B. Rencana Asuhan Klien dengan Gangguan Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman Pengkajian Riwayat keperawatan a. Riwayat penyakit sekarang Lingkungan, kebisingan mempengaruhi rasa aman dan nyaman. Lingkungan klien mencakup semua faktor fisik dan psikososial yang mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien. Keamanan yang ada dalam lingkungan ini akan mengurangi insiden terjadinya penyakit dan cedera yang akan mempengaruhi rasa aman dan nyaman klien. b. Riwayat penyakit dahulu Trauma pada jaringan tubuh, misalnya ada luka bekas operasi/ bedah menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor sehingga mengganggu rasa nyaman klien c. Riwayat penyakit keluarga Riwayat kesehatan keluarga juga dapat menyebabkan gangguan rasa aman dan nyaman. Karena dengan adanya riwayat penyakit maka klien akan beresiko terkena penyakit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman seperti nyeri. Pemeriksaan fisik data fokus a. Ekspresi wajah 1 Menutup mata rapat-rapat 2 Membuka mata lebar-lebar 3 Menggigit bibir bawah b. Verbal 1 Menangis 2 Berteriak c Tanda- tanda vital 1 Tekanan darah 6 2 Nadi 3 Pernapasan c. Ekstremitas Amati gerak tubuh pasien untuk mealokasikan tempat atau rasa yang tidak nyaman Pemeriksaan Penunjang a. USG USG digunakan untuk data penunjang apabila ada rasa tidak nyaman pada bagian perut b. Rontgen Rontgen untuk mengetahui tulang/organ yang abnormal yang dapat mengganggu rasa nyaman klien Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul Diagnosa 1 Ansietas Buku saku diagnosis keperawatan, hal 42 Definisi Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respon autonom, perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Perasaan ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan bahaya yang akan terjadi dan memampukan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman. Batasan karakteristik a. Perilaku 1 Penurunan produktivitas 2 Mengekspresikan kehawatiran akibat perubahan dalam peristiwa hidup 3 Gerakan yang tidak relevan 4 Gelisah 5 Memandang sekilas 6 Insomnia 7 b. Afektif 1 Gelisah 2 Kesedihan yang mendalam 3 Distres 4 Ketakutan 5 Perasaan tidak adekuat c. Fisiologis 1 Wajah tegang 2 Insomnia 3 Peningkatan keringat 4 Peningkatan ketegangan 5 Terguncang Faktor yang berhubungan a. Terpajan toksin b. Hubungan keluarga/hereditas c. Transmisi dan penularan interpersonal d. Krisis situasi dan maturasi e. Stres f. Penyalahgunaan zat g. Ancaman kematian Diagnosa 2 Nyeri akut Buku saku diagnosis keperawatan, hal 530 Definisi Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, awitan yang tiba-tiba atau perlahan dengan intensitas ringan sampai berat Batasan karakteristik a. Subjektif Mengungkapkan secara verbal atau melaporkan nyeri dengan isyarat 8 b. Objektif 1 Posisi untuk menghindari nyeri 2 Perubahan tonus otot 3 Perubahan selera makan Faktor yang berhubungan Agen-agen penyebab cedera misalnya, biologis, kimia, fisik dan psikologis Diagnosa 3 Gangguan rasa nyaman Asuhan Keperawatan Praktis, hal 364 Definisi Merasa kurang senang, lega dan sempurna dalam dimensi fisik, psikospiritual, ligkungan dan sosial. Batasan karakteristik a. Menangis b. Gangguan pola tidur c. Takut d. Ketidakmampuan untuk rileks e. Melaporkan perasaan tidak nyaman f. Melaporkan distress g. Melaporkan kurang puas dengan keadaan Faktor yang berhubungan a. Gejala terkait penyakit b. Sumber yang tidak adekuat c. Kurang pengendalian lingkungan d. Kurang privasi e. Kurang control situasi 9 Perencanaan Diagnosa 1 Ansietas Buku saku diagnosis keperawatan, hal 42 Tujuan dan kriteria hasil outcome criteria berdasarkan NOC a. Ansietas berkurang, dibuktikan oleh tingkat ansietas hanya ringan sampai sedang dan selalu menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas, konsentrasi dan koping b. Pasien menunjukkan pengendalian diri terhadap ansietas, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut sebutkan 1-5 tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering dan selalu Intervensi keperawatan dan rasional berdasarkan NIC a. Intervensi Lakukan bimbingan antisipasi Rasional Agar pasien mampu menghadapi kemungkinan krisis perkembangan dan situasional b. Intervensi Ajarkan teknik menenangkan diri Rasional Untuk meredakan kecemasan pada pasien yang mengalami distres akut c. Intervensi Ajarkan cara peningkatan koping Rasional Membantu pasien untuk beradaptasi dengan persepsi stressor, perubahan atau ancaman yang menghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup Diagnosa 2 Nyeri akut Buku saku diagnosis keperawatan, hal 530 Tujuan dan kriteria hasil outcome criteria berdasarkan NOC a. Memperlihatkan pengendalian nyeri, yang dibuktikan oleh indicator sebagai berikut sebutkan 1-5 tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering atau selalu b. Mengenali awitan nyeri c. Melaporkan nyeri dapat dikendalikan Intervensi keperawatan dan rasional berdasarkan NIC a. Intervensi Ajarkan manajemen nyeri 10 Rasional Untuk menghilangkan nyeri atau menurunkan nyeri ketingkat yang lebih nyaman yang dapat ditoleransi oleh pasien b. Intervensi Ajarkan manajemen alam perasaan Rasional Untuk memberikan keamanan, stabilisasi, pemulihan dan pemeliharaan pada pasien yang mengalami disfungsi alam perasaan baik depresi maupun peningkatan alam perasaan Diagnosa 3 Gangguan rasa nyaman Asuhan Keperawatan Praktis, hal 364 Tujuan dan kriteria hasil outcome criteria berdasarkan NOC a. NOC 1 Ansiety 2 Fear leavel 3 Sleep deprivation 4 Comfort b. Kriteria hasil 1 Mampu menongtrol kecemasan 2 Status lingkungan yang nyaman 3 Konrol gejala 4 Status kesehatan meningkat Intervensi keperawatan dan rasional berdasarkan NIC a. Intervensi Gunakan pendekatan yang menenangkan Rasional Untuk menjalin hubungan saling percaya b. Intervensi Ajarkan teknik menenangkan diri Rasional Untuk meredakan kecemasan pada pasien yang mengalami distres akut c. Intervensi Ajarkan cara peningkatan koping 11 Rasional Membantu pasien untuk beradaptasi dengan persepsi stressor, perubahan atau ancaman yang menghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup Evaluasi Evaluasi dapat dibedakan atas evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses dievaluasi setiap selesai melakukan perasat dan evaluasi hasil berdasarkan rumusan tujuan terutama kriteria hasil. Hasil evaluasi memberikan acauan tentang perencanaan lanjutan terhadap masalah nyeri yang dialami oleh pasien. 12 Daftar Pustaka Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jkarta Salemba Medika. Anonim. 2016. Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Praktik Keterampilan Dasar Dalam Keperawatan. Carpenito. 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta EGC Kemenkes. 2016. Asuhan Keperawatan Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman. Nurarif dan Kusuma, H. 2016. Asuhan Keperawatn Praktis. Jakarta Mediaction Potter & Ferry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik Edisi 4. Jakarta EGC Wilkinson & Ahern 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Jakarta EGC 13